Tag Archive: Misteri


Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

misteri surga malaikat adam hawa iblis saat penciptaan manusia
Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia. Dasar rujukan dalam mengungkap misteri ini kita pilih Al Quran karena sepanjang sejarah pembahasan misteri surga, malaikat, Adam dan Iblis, tidak ada rujukan lain yang memiliki konsistensi logika yang setara dengan al Quran. Secara umum orang memahami bahwa Adam diciptakan di surga kemudian digoda iblis sehingga melanggar larangan Allah. Oleh karenanya Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dan beranak pinak hingga sekarang. Teramat banyak persoalan muncul dari penuturan di atas. Yang paling pelik dan jarang bisa dijawab oleh para ustadz dan Kiai adalah masalah kenapa Iblis bisa masuk ke surga dan menggoda adam? yang tak kalah pelik adalah kalimat Quran yang berbunyi,”…dan ingatlah ketika kami katakan kepada malaaikah, sujudlah kalian kepada adam, maka semuanya bersujud kecuali Iblis”… orang bertanya, bukankan Iblis itu nama seorang mkhluk dari jenis Jin? kenapa dia ada di dalam kelompok malaikat?” Uraian singkat berikut akan mengungkap Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia. Mari kita perhatikan:

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Dan ingatlah ketika Rabb mu berkata kepada “malaaikat” , “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi ini seorang khalifah!”…….dst…. (QS 2 Baqarah ayat 30)
Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada malaaikat, “Sujudlah kalian semua kepada Adam!”,… maka semuanya bersujud kecuali Iblis. Dia menolak dan menyombongkan diri tidak mau bersujud, dan dia (dengan demikian) termasuk orang yang mengingkari perintah Kami”….. (QS2 Al Baqarah ayat 34)
Ada beberapa bagian Quran yang menceritakan kejadian penciptaan Adam ini, dengan beberapa detil penekanan tematik. Orang mengira bahwa peristiwa di atas terjadi di dalam surga, padahal sejatinya tidak demikian.
Detil lebih lengkap dari penolakan dan pengusiran Iblis dapat kita baca dalam QS 7 Al A’raaf ayat 11-25. Secara kronologis disebutkan bahwa setelah Iblis menolak perintah Allah, dia diusir dari “tempat itu”. Kalimat “fakhruj” yang berarti “keluarlah” menunjukkan sebuah mekanisme ke-luar (dari inside menuju outside). Orang menyimpulkan bahwa inside=surga dan outside=dunia. Kesimpulan ini tidak tepat, karena makna “fakhruj” lebih dari sekedar keluar dalam arti ruang geometri. Seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah,… anggota partai yang dikeluarkan dari partai,… kedua kasus itu mewakili kata “fakhruj” dalam kasus pengusiran Iblis. Artinya Iblis saat itu diusir keluar dari “majelis” sidang yang dihadiri seluruh makhluk termasuk seluruh jin dan malaikat dalam rangka pelantikan Adam sebagai khalifah dibumi. Ada satu ayat yang melukiskan betapa majelis tersebut teramat agung, sbb:
“Turunlah kau wahai Iblis dari tempat itu, karena tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri dalam majelis itu, maka get out of here,..sesungguhnya kamu termasuk orang yang hina karena berlaku sombong dalam majelis yang penuh keagungan ini”  (QS 7 al a’raaf ayat 13)
Coba perhatikan stempel hina yang diberikan pada Iblis setelah ditegur keras tidak layak sombong dalam majelis agung.  Keagungan dan kehinaan tidak berkorelasi pada surga dan dunia,.. karena baik surga maupun dunia sama sama agung, dan tidak mengandung unsur hina. Keagungan dunia dan alam raya sebagai ciptaan Allah bahkan beberapa kali disebut dalam Quran dengan kalimat, “Aku bersumpah demi penciptaan,….dst”
Penjelasan mengenai hakikat pengusiran Iblis dari majelis, dan turunnya kedudukan Iblis dari terhormat menjadi hina, menjadi jawaban umum bagi problematika ruang geometri yang seringkali ditanyakan demikian, “Iblis sudah diusir dari surga tapi kok bisa masuk lagi untuk menggoda adam dan hawa, sampai akhirnya adam dan hawa juga diusir dari surga?”
Jadi Iblis diusir keluar bukan dari surga ke dunia,… tetapi diusir keluar dari mejelis agung pelantikan Adam sebagai khalifah fil ardli.

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Kata “surga” sebagai terjemahan dari “jannah” dalam kisah tersebut muncul setelah Iblis diusir dari majelis agung pelantikan Adam. (QS 7 Al a’raaf ayat 19)
“Wahai Adam diamilah olehmu dan istrimu “jannah” ini, dan makanlah oleh kalian buah2an dimana saja kalian sukai dan janganlah kalian dekati pohon ini,…dst”
Kata “jannah” diterjemahkan sebagai surga, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa kata “jannah” yang berhubungan dengan sejarah Adam ini berbeda dengan “jannah” tempat kembalinya orang orang yang bertaqwa. Jannah yang disediakan sebagai balasan bagi manusia dan jin yang berhasil melalui kehidupan dengan iman , ibadah dan amal salih, memiliki adverb dibelakang kata jannah sbb: jannatun naim, jannatul firdaus.
Beberapa mufassir mengarahkan tafsiran yang lebih konsisten dengan mengemukakan pendapat bahwa “jannah” dalam sejarah Adam ini berada di bumi juga karena tujuan penciptaan Adam sendiri adalah sebagai khalifatullah fil ardli (dibumi).

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Lalu bagaimana dengan peristiwa pengusiran Adam dan Hawa yang diisyaratkan dengan kata “turunlah” kalian dari “nya” ? Kata yang digunakan sama dengan kata serupa dalam peristiwa pengusiran Iblis sebelumnya, yaitu “ihbithu” yang bermakna “turun”. Jika orang memahami kata turun sebagai perpindahan Adam dan Hawa dari surga ke dunia, maka para mufassirin berdasarkan konsistensi logis atas tafsiran ayat, meyarankan  bahwa makna turun haruslah diartikan turun dari kemuliaan tinggi menuju pada status kemuliaan yang lebih rendah. Hal ini tergambarkan dengan jelas dalam hal pakaian Adam dan Hawa. Sebelumnya, adam dan Hawa terbungkus pakaian “bikinan” Allah, namun ketika melanggar larangan Allah tiba tiba pakaian itu lenyap. Tadinya dimuliakan Allah, namun kesalahan yang diperbuatnya menyebabkan kemuliaan itu hilang.
Demikian penjelasan  tentang Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia berdasarkan keterangan otentik dari Allah melalui Quran, dengan tafsiran para ahli tafsir yang mempertimbangkan konsistensi logika sejarah dan tafsir.
semoga manfaat
Pamali merupakan cara orang tua di jaman dulu untuk melarang anaknya melakukan sesuatu hal yang di anggap tabu atau bahkan membahayakan dirinya dan pada dasar setiap ungkapan orang tua dulu sebenarnya ada memiliki hal yang positif bila di telah lebih dalam lagi, dan juga ada beberapa ungkapan mitos yang kadang masih dilakukan sampai saat ini walaupun secara logika hal tersebut tidak masuk akal. berikut 76 ungkapan pamili dan mitos yang ada di Indonesia:
  1. Mengantongi batu di kantong kanan Pernah dengar mitos soal mengantongi batu? kabarnya jika kita mengantongi batu di kantong kanan maka kita dapat menahan keinginan untuk BAB. Entah darimana asal usul mitos awalnya muncul
  2. Mandi disiang hari bolong Janganlah mandi disiang hari bolong, karena berakibat anda akan cepat tua.
  3. Bangun Tidur terlalu siang Jika anda bangun tidur terlalu siang hingga matahari hampir berdiri, akan berakibat segala bentuk rezeki yang akan datang akan selalu menjauh kembali.
  4. Malas menghadiri undangan perkawinan Janganlah sering tak menghadiri undangan perkawinan karena akan membuat anda sulit jodoh.
  5. Makan didepan pintu Janganlah anda makan didepan pintu, kelak akan berakibat sulit mendapat jodoh.
  6. Bersin tanpa ada sebab Selain mitos telinga berdengung atau lidah tergigit konon orang tua zaman dahulu juga menggambarkan bersin tanpa ada sebab sebagai pertanda bahwa ada seseorang yang kangen sama kita
  7. Makan telur ikan terlalu banyak Janganlah makan terlalu banyak telur ikan khususnya untuk anak kecil, karena kelak akan berakibat terjangkit penyakit cacar yang membuat muka bopeng.
  8. Makan buah pisang (jantung) Janganlah makan buah pisang (jantungnya) khususnya anak kecil, karena kelak akan berakibat si anak akan bodoh, dungu, dan bloon.
  9. Makan masakan kaki ayam Janganlah makan masakan kaki ayam khususnya anak kecil, karena kelak tulisannya akan jelek seperti cakar ayam.
  10. Makan pisang yang berada di posisi pinggir (dalam satu sisir pisang) Janganlah anda memakan pisang yang berada disisi pinggiran pada sisiran pisang, karena akan mendapat sikap selalu disisikan dalam setiap pergaulan.
  11. Makan sirih bagi wanita muda Jika anda adalah wanita janganlah anda bersirih (makan sirih), karena kelak akan berakibat saat hari pernikahan kelak akan mengalami haid/menstruasi.
  12. Mengeluarkan suara ketika makan Janganlah anda mengeluarkan suara ketika sedang makan, karena akan berakibat menjadi bahan gunjingan orang lain, atau menjadi pengundang binatang buas.
  13. Menjual cuka asam pada malam hari Janganlah anda menjual cuka asam pada malam hari, karena akan berakibat pelanggan anda akan berkurang, dan selalu betengkar dengan tetangga.
  14. Menjual silet dan jarum pada malam hari Janganlah anda menjual silet dan jarum pada malam hari, karena akan berakibat toko, usaha anda akan bangkrut.
  15. Menjual garam pada malam hari Janganlah anda menjual garam pada malam hari, karena akan membawa kebangkrutan pada toko, warung, usaha anda.
  16. Memakai payung dalam rumah Janganlah memakai payung dalam rumah karena akan selalu kesukaran dalam hidup.
  17. Makan sebelum orang tua makan Janganlah mendahului makan sebelum orang tua makan, karena akan menjadikan sulit untuk mendapat rezeki
  18. Memotong rambut malam hari di rumah Janganlah suka memotong rambut dimalam hari di rumah, karena berakitbat anda akan didatangi makhluk halus jahat dalam mimpi.
  19. Tidur disore hari menjelang magrib Janganlah anda tidur disore hari menjelang magrib, karena kelak anda akan menjadi orang tak bermalu (gila).
  20. Tidur terlentang dengan tangan dikepala Janganlah anda tidur terlentang dengan tangan menindih kening kepala anda, karena secara tidak langsung akan menyumpahi orang tua anda untuk pergi untuk selama-lamanya.
  21. Wanita muda makan masakan tunggir ayam Jika anda seorang wanita muda/belum bersuami hendaknya jangan memakan tunggir ayam, karena kelak anda akan mendapatkan suami yang tidak setia dan selalu makan hati.
  22. Mandi dipantai dengan pakaian warna merah atau hijau tua Janganlah sering, selalu memakai pakaian warna merah atau hijau dipantai karena suatu saat kelak akan dijadikan mempelai wanita atau pria oleh makhluk halus.
  23. Para gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas Jika ada gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas kelak suatu saat akan menikah dengan janda atau duda.
  24. Jangan anda tidur dengan posisi kepala ada di sebelah utara dan kaki di sebelah selatan, karena anda akan cepat meninggal (posisi mayat yang dikubur)
  25. Kebiasaan menggigit bibir sebelah atas  Janganlah menggigit bibir sebelah atas karena akan selalu banyak hutang dalam hidup
  26. Kebiasaan menggigit kuku  Janganlah sering menggigit kuku, karena akan mengundang nasib buruk dan pembawaan sering gugup juga akan menderita batin.
  27. Kebiasaan memutir rambut Janganlah anda memutir-mutir rambut karena kelak anda akan menjadi bahan gunjingan orang dan menjadi korban fitnah.
  28. Kebiasaan pura-pura menangis Janganlah berpura-pura menangis karena akan berakibat orang tua akan menerima musibah.
  29. Kebiasaan bersiul diwaktu malam Janganlah anda selalu bersiul diwaktu karena disaat anda tidur dimalam itu dan akan mendengar siulan yang berasal dari luar kamar anda itu adalah ulah dari makhluk halus yang merasa terganggu dengan siulan anda dan membalasnya.
  30. Kebiasaan bersiul didalam rumah Janganlah anda selalu bersiul didalam rumah, karena akan mengundang makhluk halus yang akan berbuat jahat.
  31. Kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih karena kan berakibat perpisahan tiada sebab.
  32. Membersihkan telinga dimalam hari Janganlah anda membersihkan telinga dimalam hari, karena akan membawa anda kedalam kesulitan rezeki.
  33. Kebiasaan membuang nasi sisa makan, karena masih kenyang Janganlah selalu membuang nasi sisa makan, karena masih kenyang bermakna kelak selama satu tahun akan mengalami bentrokan keluarga yang beruntun.
  34. Kebiasaan makan pakai mangkuk Janganlah anda selalu suka makan pakai mangkuk, karena akan sering ditinggal pergi saudara.
  35. Kebiasaan mengusap muka/wajah dengan baju Janganlah selalu mengusap muka/wajah dengan baju karena akan selalu dibenci orang dan susah rezeki.
  36. Kebiasaan memakai baju sambil berjalan Janganlah suka, sering memakai baju sambil berjalan, karena akan berakibat cita-cita tidak akan terlaksana.
  37. Kebiasaan menyiksa anak perempuan Janganlah anda memukul atau menyiksa anak, adik, saudara perempuan karena kelak jika ia sudah menikah ia akan selalu disakiti dan disiksa oleh suaminya.
  38. Kebiasaan mencabuti bulu alis mata Janganlah suka mecabuti alis mata (khususnya wanita) karena akan menyebabkan ketidak nyamanan pada saat berhubungan intim.
  39. Kebiasaan bernyanyi atau besiul pada waktu sedang makan Janganlah anda selalu bersiul bila sendang makan karena anda akan mengalami kegagalan dalam usaha.
  40. Kebiasaan memukul anak wanita pada pantat (bokong) Janganlah anda selalu memukul anak wanita pada pantat (bokong), karena kelak anak tersebut akan menjadi hyper sex, dan bila sudah berumah tangga akan selalu ribut dengan suaminya.
  41. Kebiasaan memeluk kepala dengan kedua tangan Janganlah anda melakukan kebiasaan memeluk kepala dengan kedua tangan karena akan menjadikan diri anda kehilangan akal dan pikiran menjadi buntu, bingung dan dungu.
  42. Kebiasaan memeluk lutut sambil berjongkok Janganlah terbiasa memeluk lutut sambil berjongkok, karena akan berakibat selalu bingung pada saat menghadapi masalah dan putus asa.
  43. Memotong Kuku menurut hari Janganlah memotong kuku pada hari Minggu, karena akan mendapat bencana, demikian juga pada hari Senin, karena akan ada orang yang dengki atau irihati, selain itu hari Sabtu juga termasuk hari yang kurang baik untuk memotong kuku karena akan mendatangkan halangan atau rintangan bagi anda. Disarankan untuk memotong kuku pada hari Selasa karena akan disukai orang banyak. Hari Rabu juga termasuk hari baik karena akan membawa keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Hari baik yang disarankan adalah hari Kamis anda akan mendapat rezeki. Terakhir hari yang disarankan membawa kebaikan adalah hari Jum’at karena akan membuat anda disukai dan dicintai orang.
  44. Mengangkat kaki saat bertiduran (tengkurap)/melakukan kaki keatas keduanya atau satu saja, bertanda bahwa anda menginginkan menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada ibu anda.
  45. Membuka payung Anda dilarang membuka payung didalam rumah, karena akan terjadi sesuatu yang buruk dikeluarga anda.
  46. Menggunting kuku malam hari Janganlah anda menggunting kuku pada mari, karena akan membuat usia anda lebih singkat.
  47. Menyapu di malam hari Janganlah anda menyapu dimalam hari karena akan sulit untuk mencari rezeki.
  48. Menjahit kancing baju ketika baju masih dipakai Janganlah menjahit kancing baju ketika ketika baju masih dipakai karena akan menderita penyakit yang parah dan selalu gagal dalam usaha selama 1 bulan.
  49. Menyisir rambut sambil berjalan Janganlah adan menyisir rambut sambil berjalan, karena anda akan mendapat malu di depan umum.
  50. Makan nasi menggunakan piring kecil Janganlah anda Makan nasi menggunakan piring kecil, karena akan berakibat selama hidup akan tersisih dari keluarga.
  51. Makan disudut meja Janganlah anda makan disudut meja, karena akan berakibat kelak anda akan dimusuhi mertua dan perkawinannya akan hancur.
  52. Makan otak binatang Janganlah anda memakan otak binatang khususnya untuk anak kecil, karena akan menimbulkan uban sebelum waktunya.
  53. Makan dicobek atau lumpang Janganlah anda makan dicobek atau lumpang, karena akan berakibat kelak anda akan dimusuhi mertua tanpa sebab.
  54. Makan didaun yang dilipat Janganlah Makan didaun yang dilipat, karena akan berakibat kelak kehidupan keluarga anda tidak akan harmonis.
  55. Makan selalu dengan tangan tanpa sendok Janganlah anda makan selalu dengan tangan tanpa sendok, kelak barakibat kehidupan anda menderita, bila ia seorang wanita akan menderita kanker rahim.
  56. Berpindah tempat pada waktu makan Janganlah berpindah tempat pada waktu makan, karena kelak berakibat akan mendapat ibu tiri. Terkecuali pindah pada posisi yang lebih bagus misalnya semula makannya dilantai, kemudian pindah kemeja makan yang semestinya, kalau itu yang dilakukan kelak akan cepat mendapat pekerjaan yang lebih baik.
  57. Berselimut dengan tikar Janganlah anda berselimut dengan tikar karena kelak anda akan digulung oleh ombak jika mandi di laut.
  58. Berteriak-teriak mengucapkan kata-kata kotor dalam hutan. Janganlah anda berteriak-teriak berkata-kata kotor pada saat berada di dalam hutan, karena anda tak lama lagi akan dimasuki roh halus jahat yang menguasai diri anda (kesurupan).
  59. Bersin sewaktu akan bepergian Anda tidak dapat langsung berpergian baik menggunakan kendaraan atau tidak setelah bersin.Paling tidak anda menunggu beberapa menit setelah bersin lalu boleh pergi, karena kalau anda bersin langsung pergi anda akan celaka diperjalanan.
  60. Berlama-lama dikamar mandi Janganlah anda berlama-lama dikamar mandi karena akan terlihat lebih tua dari usia anda sebenarnya.
  61. Duduk dipintu Anda dilarang duduk tepat didepan pintu, karena khawatirkan ada makhluk lewat yang melewati pintu tersebut dan anda akan jatuh sakit.
  62. Gadis keramas dihari Sabtu Jika anda seorang gadis, janganlah anda keramas pada hari Sabtu, karena berakibat anda akan mempunyai suami penyiksa
  63. Kebiasaan bersedih pada waktu hamil Janganlah selalu bersedih pada waktu hamil, karena kelak akan mendapatkan anak yang cengeng.
  64. Kebiasaan duduk di tengah pintu waktu turun hujan lebat Janganlah anda duduk ditengah pintu waktu turun hujan lebat karena suatu ketika anda dapat tersambar petir (yang sebenarnya petir tersebut, konon, mengincar setan).
  65. Kebiasaan makan asinan di malam hari Janganlah anda terbiasa makan asinan di malam hari, karena akan selalu tertimpa keresahan hati, jika ia seorang yang belum menikah akan sulit jodoh, dan jika sudah menikah ia akan sering bertengkar.
  66. Kebiasaan mengetuk ujung rokok yang akan disulut kebenda keras Janganlah melakukan Kebiasaan mengetuk ujung rokok yang akan disulut kebenda keras, karena kelak akan selalu mengalami kekecewaan karena gagal dalam karir dan rumah tangga.
  67. Kebiasaan menggigit bibir sebelah bawah Janganlah anda selalu menggigit bibir sebelah bawah, karena kelak anda akan bernasib buruk dan rezeki seret.
  68. Berpindah tempat sewaktu makan Orang tua zaman dahulu melarang kita berpindah pindah tempat saat makan karena akibatnya kelak akan mendapat ibu tiri. Kecuali berpindah ke tempat yang lebih bagus, kelak akan mendapat pekerjaan yang baik.
  69. Berselimut dengan tikar.Entah apa alasan dari mitos selimut dengan tikar ini, menurut kepercayaan orang tua dahulu berselimut dengan tikar dapat berakibat kalau anda akan digulung ombak ketika mandi di laut.
  70. Berfoto bersama dalam jumlah ganjil Entah darimana asal mitos ini namun banyak yang menyebutkan bahwa Akibatnya salah satu yang berfoto akan cepat meninggal,
  71. Gadis keramas di hari Sabtu Akibatnya akan mendapatkan suami penyiksa, entah lah apa hubungan hari sabtu dengan keramas ya? namun saya pernah dengar cerita zaman dahulu saat Allah melarang sebuah umat untuk mencari ikan di hari sabtu, nanti saya cari ceritanya. agak lupa nih.
  72. Bernyanyi atau bersiul saat makan Konon kalau anda bernyanyi atau bersiul saat makan maka anda akan mengalami kegagalan saat berusaha.
  73. Menggunting kuku dimalam hari ada yang menyebut kan bila menggunting kuku di malam hari akan membuat umur kita menjadi pendek atau bahkan ada yang menyebutkan juga umur dari orang tua yang melakukan aktifitas tersebut menjadi pendek umur
  74. Mata kanan kedut-kedutan akan mendapatkan duit atau rezeki
  75. Bulu mata ada yang jatuh atau rontok Konon pertanda dari bulu mata yang rontok berarti ada seseorang yg kangen sama kita
  76. Mengintip orang lain mandi Nah ini mungkin mitos yang paling banyak dipercaya hingga sekarang, ingat kan dulu kakek nenek kita bilang kalau mengintip orang mandi maka mata akan bintitan, yah walaupun tidak terbukti secara ilmiah namun tetap saja mitos ini banyak dipercaya oleh masyarakat kita.

Baca lebih lanjut

Secret NASA PICTURE

banyak sekali fenomena yang telah ditutupi oleh NASA terkait kemunculan berbagai fenomena di belahan bumi ini. tidak lain tujuan mereka adalah untuk menyembunyikan sains dan teknologi.
Amerika melalui NASA selama berpuluh-puluh tahun telah mengambangkan teknologi dan senjata yang mereka adopsi dari hasil penemuan-penemuan mereka terhadap UFO, alien dan sejenisnya.
maka tidak heran jika saat ini muncul pesawat siluman yang digunakan untuk mematai-matai umat ILsma dan menyerang basis militer negeri-negeri lawannya.

SULUK ABDUL JALIL (SYEKH SITI JENAR/ SYEKH SIDI JINAR)
Kisah ini dimulai ketika Raden Ketib, seorang putra dari Pangeran Surodirejo Adipati Palembang , menimba ilmu sebagai santri di Giri Amparan Jati yang terletak di lereng gunung Sembung di tlatah Kasunanan Cirebon Girang.

Sebagai salah satu pesantren yang ada di Nusa Jawa ini, Giri Amparan Jati juga tak luput dari prahara yang melanda kaum muslim yaitu antara pengikut Syaikh Siti Jenar (Syaikh Lemah Abang ) yang disebut sebagai “Islam Abangan” dengan para santri Islam fundamentalis yang disebut “Islam Putihan”.

Perseteruan dua kelompok ini telah menimbulkan banyak korban jiwa, iblis telah menebarkan prahara di bumi dan darah terbanyak yang membasahi bumi adalah di pihak santri abangan yang di anggap telah keluar dari jalur Islami akibat ajaran sang wali yang dianggap sesat dengan mengajarkan ajaran “Manunggaling Kawula Gusti”

Giri Amparan Jati pada saat itu (paro pertama abad 16) menerapkan aturan sangat keras yaitu melarang para santrinya untuk membicarakan perihal Syaikh Siti Jenar, apalagi mengenai ajarannya. Karena yang menetapkan larangan adalah Syaikh Maulana Jati, Syarif Hidayatullah, pengasuh pesantren dan sekaligus juga Susuhunan Cirebon Girang maka peraturan itu harus ditaati oleh semua santri tanpa terkecuali.

Sebagai seorang santri yang berusia 16 tahun dan punya bakat yang pintar dan kritis, Raden Ketib saat itu menyadari ada sesuatu yang ditutup-tutupi dan ada ketidak wajaran tentang aturan yang satu itu.

Sesuai dengan kodratnya sebagai manusia, semakin dilarang semakin keras rasa ingin tahunya tentang kisah prahara yang dramatis dalam sejarah Islam di Nusa Jawa, tragedi manusia memakan manusia, Islam membunuh Islam.

Dengan berbagai upaya yang tidak mudah dan atas bantuan kakeknya (Pangeran Pamelakaran) akhirnya secara sembunyi-sembunyi Raden Ketib dapat berjumpa dengan orang yang bernama Ki Gedeng Pasambangan, sahabat dekat Syaikh Datuk Abdul Jalil yang lebih dikenal dengan Syaikh Siti Jenar.

Dari Ki Gedeng Pesambangan inilah cerita sang Wali yang dianggap sesat oleh sebagaian orang itu mengalir :

Dikisahkan seorang santri yang bernama San Ali tengah menimba ilmu di Pondok (saat itu belum bernama Pesantren) Giri Amparan Jati. Sebagaimana santri-2 lainnya San Ali yang baru berumur 6 tahun menimba ilmu agama bersama-sama, mengikuti aturan-aturan dan tugas-tugas yang ditetapkan dibawah bimbingan gurunya Syaikh Datuk Kahfi.

San Ali adalah putera dari Ki Danusela sang kuwu Caruban dan sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Sejak awal gurunya sudah melihat ada keanehan pada diri San Ali yang senang menyendiri. Hal ini berbeda dengan teman-2nya yang suka bermain-main setelah melaksanakan tugas pondok. Sebagai seorang guru yang khowas (mumpuni) Syaikh Datuk Kahfi menyadari bahwa San Ali mempunyai bakat dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya.

Kesendirian San Ali tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai anak yatim piatu, tetapi ini terkait dengan kesukaannya mengamati kebiasaan penduduk sekitar pondok Giri Amparan Jati yang mempunyai kebiasaan membuat sesaji buat persembahan. Menurut mereka sesaji itu sengaja mereka sembahkan pada saat-sat tertentu buat penguasa jagat raya (Tuhan) agar diberi keselamatan dan diberikan hasil panen yang melimpah.

Tentu saja ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak San Ali kecil, bukankah gurunya mengatakan bahwa manusia hanya diwajibkan percaya dan menyembah Tuhan, tidak ada perintah untuk membuat persembahan apalagi sesaji.

Seiring perjalanan waktu, San Ali telah tumbuh dewasa dan mulai dapat menggunakan nalarnya tentang keberadaan Tuhannya, gurunya semakin dapat melihat dengan jelas kelebihan yang dimiliki oleh murid sekaligus cucu angkat tersayangnya itu. Hanya saja Syaikh Datuk Kahfi seringkali menangis dalam hatinya karena sebagai guru yang agung dia menyadari bahwa kelebihan yang dimiliki San Ali justru akan membuat muridnya itu ke jurang pertikaian antar manusia dan antar agama. Hal ini mengingat pendalaman tentang agama yang dimiliki San Ali belum tentu bisa dijabarkan dan dimengerti oleh orang kebanyakan pada saat itu.

Mereka yang masih dalam taraf belajar Islam pada saat tentu saja tidak bisa mengikuti jalan pikiran muridnya itu dan justru seringkali diskusi yang dilakukan bersama-sama santrinya, mereka dibuat bingung oleh pertanyaan-2 dan argumen yang dilontarkan oleh San Ali.

Akhirnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, San Ali diasuh secara langsung oleh Syaikh Datuk Kahfi dan tidak boleh menyebarkan pendapatnya kepada para santri lainnya.

Semakin lama jiwa San Ali mengalami kegelisahan yang mendalam, bagai jiwa yang haus ilmu pengetahuan keTuhanan dia berada dalam alam kebingungan menyadari hakekat “aku” pada dirinya. Bukankah agama mengajarkan intisari hakekat “inna li Allahi wa inna ilaihi rajiun “, yang bermakna sesungguhnya semua “aku” berasal dari “AKU” dan semua ‘aku” akan kembali ke “AKU” sebagai asal segala “aku”.

Dia mulai mempertanyakan segala ibadah yang selama ini telah ia lakukan, untuk siapakah ibadahnya selama ini ? Untuk “aku”, tapi “aku” yang mana ? Jika keberadaan / hakekat “aku” saja belum bisa dimengerti, bagaimana bisa sampai ke “AKU” yang menyelimuti alam semesta.

Mengerti kondisi muridnya itu, secara bijak gurunya menyarankan agar

Manunggaling Kawula Gusti, sebuah Aqidah yg diyakini oleh siti jenar

San Ali untuk pergi mencari sang “AKU” yang selama ini di rindukannya dengan cara merantau. Diiringi isak tangis pilu dan hati yang pedih Syaikh Datuk Kahfi merelakan kepergian cucu satu-satunya itu untuk menggali ilmu lebih dalam dan memuaskan rasa dahaganya akan ilmu agama demi pencarian sejati dari hakekat “aku”.

Berbekal ilmu yang diperolehnya selama dalam pondok, baik ilmu agama Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: