Kepada,

seorang gadis yang lembut hatinya dan berbudi mulia

 

Assalamualaikum warahmatullah wa barakatuh,

Kepadamu, kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci air telaga kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.

 

duhai yang lembut hatinya,

Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada didalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada diahadapanmu.

 

Duhai  yang lembut hatinya,

Saat pertama kali bertemu Kulihat dirimu begitu menawan dengan kerudung merahmu.

Sejak saat itu setiap kali melihat dirimu ada semacam perasaaan yang tak kumungerti berkecamuk didalam dada.

segera ku beristighfar, mengusir perasaan tersebut.

Awalnya aku berfikir perasaan tersebut hanyalah bisikan setan yang memanfaatkan kelemahan hati manusia. Namun hingga kini entah mengapa perasaan itu selalu muncul setiap saat.

 

Wahai orng yang lembut hatinya,

Siapalah diriku. Aku bagaikan punguk yang merindukan rembulan

Namaku tidak terukir dalam catatan harianmu

Asal usulku tidak hadir dalam diskusi kehidupanmu

Wajah wujudku tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpimu

Namun indah senyummu terekam dalam pita batinku

Namun kau hidup mengaliri

Pori-pori cinta dan semangatku

Sebab

Kau adalah hadiah agung

Dari Tuhan

 

Wahai orang yang lembut hatinya,

Maafkan atas kelancanganku ini.

Aku sadari kau bukan yang dulu lagi, kau telah menjadi bagian dari hidup orang lain.

Ku hanya bisa berdoa agar kau senantiasa bersabar dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini. surgamu adalah patuh pada suamimu. Surgamu adalah menjaga kehormatan diri dan keluargamu.

 

Wahai orang yang lembut hatinya

Betapa beruntungnya seorang suami yang memiliki istri sepertimu. Sebuah lukisan terindah dari alam. Sebuah sumur yang tidak mengalirkan sesuatu kecuai mutiara.

 

Wahai orang yang lembut hatinya

Maafkan diriku Yang tidak hadir dalam pernikahan sucimu.

Namun kuharap coretan ini bisa menjadi penebus sikap pengecutku itu.

 

Wahai orang yang lembut hatinya

Ku doakan agar kelak kau memiliki keturunan yang soleh dan solehah dan rizki yang berkah. Dibahagiakan dengan segala kelabihan dan kekurangan dari suamimu. Serta menjadi keluarga yang sakinah madah warhmah. Amin ya rabb.

Kaulkanlah doa ku ini ya Rabb.

 

 

Kiranya demikian coretan ini.

 

Barokallohu laka wa baroka alaik wa jama kuma bilkhoir