Category: Fiqih Dakwah


‘Allamah Fadilatusy Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani dan Karya-karyanya : Bukan Sekadar Pengumpul Sanad

www.majalah-alkisah.com Syaikh Yasin Al-Fadani memang menyandang gelar “Musnid ad-Dunya”, namun jangan disalahartikan bahwa ia sekadar orang yang menjaga sekumpulan riwayat dan nama-nama tokoh periwayatan dalam tradisi lisan dan literal bagi sekian hadits yang sampai jalurnya kepada Rasulullah SAW. Gelar tersebut tak didapat Syaikh Yasin Al-Fadani hanya karena banyaknya guru, yang mencapai lebih dari 700 orang guru, tapi juga karena intensitas yang sangat tinggi dalam bidang yang ia geluti.

Mengeksplorasi karya-karya Syaikh Yasin Al-Fadani bukanlah perihal gampang. Selain faktor minimnya karya-karya sang maestro sa­nad ini yang ditemukan dalam bentuk utuh, tampaknya dari sekian karyanya yang telah tercetak pun belum banyak yang beredar luas di tengah-tengah ma­syarakat pecinta turats (khazanah klasik) Islam. Padahal Syaikh Yasin adalah se­orang alim besar kaliber dunia abad ke-14 H/20 M, yang memiliki sumbangsih me­limpah bagi keilmuan Islam, khusus­nya dalam upaya pelestarian tradisi sa­nad ilmu. Ia menjadi muara sanad berba­gai fan ilmu-ilmu keislaman yang tiada taranya serta penyambung ilmu masa lalu dan pada masanya bagi para thullabul ‘ilm (penuntut ilmu) era belakangan ini. Baca lebih lanjut

Larangan Mengatakan Sesat, Munafiq, dan Kafir sesama muslim

 | Diposkan oleh haris mgk |

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُم اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَاَهْدَى سَبِيْلاً

“Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih  mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)

فَلاَ تُزَكُّوا أنْفُسَكُم هُوَ أعْلَمُ بِمَن اثَّـقَى

“….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.”(An-Najm : 32)

Segala puji bagi Allah seru sekalian alam, shalawat dan salam terlimpah atas penghulu manusia, yang terdahulu dan yang terakhir, yakni junjungan kita Nabi Muhammad saw., juga atas segenap keluarganya yang suci sampai hari kemudian.

Alhamdulillah dengan kesuksesan peredaran buku yang berjudulTanggapan mengenai Bid’ah Tawassul dan Tabarruk dan cetakan pertama buku Telah Kritis atas doktrin Faham mereka ini, kami memperbaharui cetakan kedua dengan memperbanyak dalil-dalil yang mutawatir, shohih, hasan dan sebagainya mengenai masalah-masalah yang dikemukakan pada daftar isi buku ini. Tidak lain tujuan penulis buku ini adalah untuk membuka pikiran kita kaum muslimin agar tidak saling cela mencela antara satu golongan madzhab dengan golongan madzhab lainnya.

Baca lebih lanjut

ILMU HADIST

I. Pengertian Hadits

Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat-sifat, keadaan dan himmah nya

Taqrir adalah perbuatan atau keadaan sahabat yang diketahui Rosulullah dan beliau mendiamkannya atau mengisyaratkan sesuatu yang menunjukkan perkenannya atau beliau tidak menunjukkan pengingkarannya.

Himmah adalah hasrat beliau yang belum terealisir, contohnya hadits riwayat Ibnu Abbas :

Dikala Rosulullah saw berpuasa pada hari Asura dan memerintahkan untuk dipuasai, para sahabat menghadap kepada Nabi, mereka berkata : Ya Rasulullah, bahwa hari ini adalah yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menyahuti : Tahun yang akan datang, Insya Allah aku akan berpuasa tanggal sembilan. (HR Muslim dan Abu Dawud)

tetapi Rasulullah tidak sempat merealisasikannya, disebabkan beliau telah wafat.

Menurut Imam Syafii bahwa menjalankan himmah itu termasuk sunnah, tetapi Imam Syaukani mengatakan tidak termasuk sunnah karena belum dilaksanakan oleh Rasulullah.

Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadits termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadits.

Atsar adalah segala sesuatu yang lebih umum dari hadits dan khabar, yaitu termasuk perkataan tabiin, tabiit-tabiin dan para ulama salaf.

Biasanya perkataan yang disandarkan atau berasal dari selain Nabi disebut atsar Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: