Archive for Maret, 2017


Pembunuh Yesus Tidak Diadili Kenapa?

gambar yesus disalib
“Mengapa pembunuh Yesus tidak Diadili dan dihukum?” beberapa kristiani menjawab simple, “Tuhan Yesus itu Kasih!”yang lain menjawab,”Bukankah Tuhan Yesus memang turun ke dunia untuk menebus dosa manusia dengan cara mati di kayu salib?” Namun jika kita perhatikan betul alur kisah Yesus dalam bibel, akan cukup mudah bagi kita memahami kenapa pembunuh Yesus tidak diadili. Bagaimana penjelasannya?

Yesus dan Pengikutnya dalam Kondisi Tertindas
 
“Perburuan” Yesus merupakan perintah langsung dari Gubernur Propinsi Yudea (Pontius Pilatus). Saat itu (th 33 M) Palestina berada dalam penjajahan Romawi. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh orang orang palestina untuk melakukan kritik dan perlawanan menghadapi kekuasaan politik Romawi. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa pengikut Yesus yang memiliki militansi memadai belum cukup banyak, karena memang Yesus menyampaikan ajarannya baru sekitar 3 tahun. Untuk sekedar pembanding kita bisa lihat kisah makar Penguasa Mekah untuk membunuh Muhammad. Saat itu dakwah baru berjalan beberapa tahun, dan pengikut Muhammad di Mekah masih sedikit. Pada kondisi demikian secara sunatullah belum memungkinkan untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa, dan Muhammad dan pengikutnya menyelinap meninggalkan Mekah (hijrah) ke Madinah.

Yesus Memang Seharusnya Mati
 
Kita bisa membuka kembali lembaran bible bagian pengadilan Yesus. Sebenarnya ada dua pihak yang merasa terusik (terancam) dengan munculnya ajaran Yesus yaitu para pemuka Yahudi dan Pemerintah Romawi. Pengadilan yang dilakukan baik oleh Imam (Rabi) Yahudi maupun oleh Pilatus, juga Herodes  semuanya mengarahkan pembaca bible kepada satu kesimpulan atau keyakinan, bahwa memang benar Yesus harus Mati. Berbagai tuduhan dan alasan terpampang jelas dalam kisah tersebut dalam bibel, mulai dari mengaku sebagai anak Allah(padahal Yesus tak pernah bilang demikian), mengaku sebagai raja yahudi, sampai pada alasan politis seperti menghasut rakyat untuk tidak bayar pajak dsb. Yang menarik adalah ketika penulis bibel memasukkan perkataan Yesus berupa petikan langsung,“………jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi,……..”Kalimat seperti ini menambah satu lagi “alasan kuat” bahwa memang Yesus harus mati, bahkan ‘hamba hamba’ Yesus pun tidak melakukan perlawanan.

Semua alasan itu diperlukan oleh musuh Yesus agar opini publik terbentuk secara masif. Dan sang penulis bibel merasa perlu memasukkan teks yang dinisbatkan sebagai perkataan Yesus tersebut untuk meyakinkan para pembaca bibel bahwa memang benar Yesus datang ke dunia untuk dibunuh di kayu salib.
Hal demikian ini adalah cara klasik yang dilakukan banyak penguasa untuk melenyapkan orang orang yang punya potensi untuk menggoyang status quo. Jika anda seorang presiden ingin melenyapkan musuh politik anda, yang anda perlu anda lakukan adalah membangun opini bahwa musuh politik anda itu adalah juga merupakan musuh rakyat, musuh negara, atau bahkan musuh dunia. Setelah itu anda bisa kerahkan aparat hukum bahkan tentara untuk memburu dia, sementara rakyat atau bahkan dunia(yang termakan opini anda) dengan senang hati mendukung anda.
Para petinggi Yahudi berhasil membangun opini ini dan memakai aparat resmi Romawi untuk menghabisi Yesus, sementara untuk para pembaca bibel mereka menyiapkan redaksi yang juga senada dengan isi kepala mereka yaitu,”Yesus memang harus mati”
 
Pengikut Yesus Melakukan Perlawanan
 
Petikan kata kata Yesus yang mengatakan bahwa hamba hambanya tidak melawan adalah salah. Kenapa? karena sebenarnya kisah taman getsemani adalah kisah penyelamatan Yesus dari rencana pembunuhan tentara Romawi. Jadi kalau kita bertanya dalam rangka apa Yesus dan 12 murid bersembunyi di taman Getsemani? Jawabnya adalah mereka sedang berusaha menyelamatkan diri dari pengejaran penguasa Romawi. Jadi tidak benar kalau Yesus atau muridnya tidak melakukan perlawanan. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan sejarah bahwa sebelum dan sesudah peristiwa taman getsemani, terus saja terjadi perburuan dan pembantaian terhadap para pengikut Yesus. Hanya saja perlawanan mereka tida sebanding dengan kekuatan penguasa Romawi saat itu.
 
Alasan Sebenarnya
 
Alasan sebenarnya kenapa tidak pernah ada yang menuntut penguasa Romawi atas kematian Yesus adalah bahwa sebenarnya memang Yesus tidak berhasil ditangkap. Salah satu bukti yang ditulis bibel adalah penyangkalan Petrus 3 kali. Murid terdekat Yesus ini mengakui dihadapan umum bahwa orang yang ditangkap itu bukan Yesus. (perlu diingat bahwa peristiwa penangkapan di taman getsemani ini terjadi pagi dini hari sehingga tak jelas muka orang) dan Petrus adalah murid terdekat sehingga dia hafal betul tampilan fisik gurunya meski dalam gelap. Jadi kalau petrus bilang yang ditangkap itu bukan Yesus kenapa orang lain justru meyakini bahwa itu Yesus?  tentu saja ini tidak wajar.
Tapi kan penyangkalan petrus itu sudah diramalkan oleh yesus sendiri ketika makan malam? jawabannya adalah,”yang menulis bible itu (matius markus lukas yohanes) tak satupun murid Yesus, jadi tak satupun dari mereka yang hadir ketika makan malam itu” Jadi ramalan Yesus itu setara tingkat ke tidakvalid an nya dengan teks tambahan yang kita bahas sebelumnya.
(originnaly written by adil muhammadisa)
Iklan

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

misteri surga malaikat adam hawa iblis saat penciptaan manusia
Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia. Dasar rujukan dalam mengungkap misteri ini kita pilih Al Quran karena sepanjang sejarah pembahasan misteri surga, malaikat, Adam dan Iblis, tidak ada rujukan lain yang memiliki konsistensi logika yang setara dengan al Quran. Secara umum orang memahami bahwa Adam diciptakan di surga kemudian digoda iblis sehingga melanggar larangan Allah. Oleh karenanya Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dan beranak pinak hingga sekarang. Teramat banyak persoalan muncul dari penuturan di atas. Yang paling pelik dan jarang bisa dijawab oleh para ustadz dan Kiai adalah masalah kenapa Iblis bisa masuk ke surga dan menggoda adam? yang tak kalah pelik adalah kalimat Quran yang berbunyi,”…dan ingatlah ketika kami katakan kepada malaaikah, sujudlah kalian kepada adam, maka semuanya bersujud kecuali Iblis”… orang bertanya, bukankan Iblis itu nama seorang mkhluk dari jenis Jin? kenapa dia ada di dalam kelompok malaikat?” Uraian singkat berikut akan mengungkap Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia. Mari kita perhatikan:

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Dan ingatlah ketika Rabb mu berkata kepada “malaaikat” , “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi ini seorang khalifah!”…….dst…. (QS 2 Baqarah ayat 30)
Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada malaaikat, “Sujudlah kalian semua kepada Adam!”,… maka semuanya bersujud kecuali Iblis. Dia menolak dan menyombongkan diri tidak mau bersujud, dan dia (dengan demikian) termasuk orang yang mengingkari perintah Kami”….. (QS2 Al Baqarah ayat 34)
Ada beberapa bagian Quran yang menceritakan kejadian penciptaan Adam ini, dengan beberapa detil penekanan tematik. Orang mengira bahwa peristiwa di atas terjadi di dalam surga, padahal sejatinya tidak demikian.
Detil lebih lengkap dari penolakan dan pengusiran Iblis dapat kita baca dalam QS 7 Al A’raaf ayat 11-25. Secara kronologis disebutkan bahwa setelah Iblis menolak perintah Allah, dia diusir dari “tempat itu”. Kalimat “fakhruj” yang berarti “keluarlah” menunjukkan sebuah mekanisme ke-luar (dari inside menuju outside). Orang menyimpulkan bahwa inside=surga dan outside=dunia. Kesimpulan ini tidak tepat, karena makna “fakhruj” lebih dari sekedar keluar dalam arti ruang geometri. Seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah,… anggota partai yang dikeluarkan dari partai,… kedua kasus itu mewakili kata “fakhruj” dalam kasus pengusiran Iblis. Artinya Iblis saat itu diusir keluar dari “majelis” sidang yang dihadiri seluruh makhluk termasuk seluruh jin dan malaikat dalam rangka pelantikan Adam sebagai khalifah dibumi. Ada satu ayat yang melukiskan betapa majelis tersebut teramat agung, sbb:
“Turunlah kau wahai Iblis dari tempat itu, karena tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri dalam majelis itu, maka get out of here,..sesungguhnya kamu termasuk orang yang hina karena berlaku sombong dalam majelis yang penuh keagungan ini”  (QS 7 al a’raaf ayat 13)
Coba perhatikan stempel hina yang diberikan pada Iblis setelah ditegur keras tidak layak sombong dalam majelis agung.  Keagungan dan kehinaan tidak berkorelasi pada surga dan dunia,.. karena baik surga maupun dunia sama sama agung, dan tidak mengandung unsur hina. Keagungan dunia dan alam raya sebagai ciptaan Allah bahkan beberapa kali disebut dalam Quran dengan kalimat, “Aku bersumpah demi penciptaan,….dst”
Penjelasan mengenai hakikat pengusiran Iblis dari majelis, dan turunnya kedudukan Iblis dari terhormat menjadi hina, menjadi jawaban umum bagi problematika ruang geometri yang seringkali ditanyakan demikian, “Iblis sudah diusir dari surga tapi kok bisa masuk lagi untuk menggoda adam dan hawa, sampai akhirnya adam dan hawa juga diusir dari surga?”
Jadi Iblis diusir keluar bukan dari surga ke dunia,… tetapi diusir keluar dari mejelis agung pelantikan Adam sebagai khalifah fil ardli.

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Kata “surga” sebagai terjemahan dari “jannah” dalam kisah tersebut muncul setelah Iblis diusir dari majelis agung pelantikan Adam. (QS 7 Al a’raaf ayat 19)
“Wahai Adam diamilah olehmu dan istrimu “jannah” ini, dan makanlah oleh kalian buah2an dimana saja kalian sukai dan janganlah kalian dekati pohon ini,…dst”
Kata “jannah” diterjemahkan sebagai surga, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa kata “jannah” yang berhubungan dengan sejarah Adam ini berbeda dengan “jannah” tempat kembalinya orang orang yang bertaqwa. Jannah yang disediakan sebagai balasan bagi manusia dan jin yang berhasil melalui kehidupan dengan iman , ibadah dan amal salih, memiliki adverb dibelakang kata jannah sbb: jannatun naim, jannatul firdaus.
Beberapa mufassir mengarahkan tafsiran yang lebih konsisten dengan mengemukakan pendapat bahwa “jannah” dalam sejarah Adam ini berada di bumi juga karena tujuan penciptaan Adam sendiri adalah sebagai khalifatullah fil ardli (dibumi).

Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia

Lalu bagaimana dengan peristiwa pengusiran Adam dan Hawa yang diisyaratkan dengan kata “turunlah” kalian dari “nya” ? Kata yang digunakan sama dengan kata serupa dalam peristiwa pengusiran Iblis sebelumnya, yaitu “ihbithu” yang bermakna “turun”. Jika orang memahami kata turun sebagai perpindahan Adam dan Hawa dari surga ke dunia, maka para mufassirin berdasarkan konsistensi logis atas tafsiran ayat, meyarankan  bahwa makna turun haruslah diartikan turun dari kemuliaan tinggi menuju pada status kemuliaan yang lebih rendah. Hal ini tergambarkan dengan jelas dalam hal pakaian Adam dan Hawa. Sebelumnya, adam dan Hawa terbungkus pakaian “bikinan” Allah, namun ketika melanggar larangan Allah tiba tiba pakaian itu lenyap. Tadinya dimuliakan Allah, namun kesalahan yang diperbuatnya menyebabkan kemuliaan itu hilang.
Demikian penjelasan  tentang Misteri Surga, Malaikat, Adam, dan Iblis Saat Penciptaan Manusia berdasarkan keterangan otentik dari Allah melalui Quran, dengan tafsiran para ahli tafsir yang mempertimbangkan konsistensi logika sejarah dan tafsir.
semoga manfaat
%d blogger menyukai ini: