Abu Hurairah dan Sebelangga Susu

Salah satu sahabat Rasulullah SAW yang paling dikenal umat Islam adalah Abu Hurairah Ra. Sahabat bernama asli Abu Syams ini yang kemudian diganti namanya oleh Rasulullah SAW menjadi Abdurrahman dikenal dengan nama Abu Hurairah karena kecintaannya kepada kucing. Nama Abu Hurairah tetap diingat karena sudah meriwayatkan 1609 hadis.

Di masa hidupnya, Abu Hurairah merupakan sosok yang zuhud. Dia hidup bergelimang kemiskinan. Dikutip dari 101 Sahabat Nabi yang ditulis Hepi Andi Bustoni, Abu Hurairah pada satu waktu merasa sangat lapar. Dia pun mengikatkan batu diperutnya. “Sesudah itu saya duduk di jalan yang biasa dilewati para sahabat,”ujar Abu Hurairah. 

Maksud penyayang kucing itu hendak mencegat Abu Bakar Shiddiq yang pulang dari masjid untuk menanyakan tentang ayat Alquran. Dengan harapan, Abu Bakar akan mengundangnya ke rumahnya untuk makan. Malang, harapan Abu Hurairah sirna. Abu Bakar tak juga mengajaknya untuk pulang bersama.

Tak lama kemudian, lewatlah Umar bin Khattab. Abu Hurairah kembali menanyakan ayat Alquran kepada Umar. “Tetapi dia juga tidak mengajakku,”kata Abu Hurairah.  Setelah itu lewatlah Rasulullah SAW. Dia pun mengetahui apa yang dirasakan Abu Hurairah dan menegurnya. Rasulullah kemudian mengajak Abu Hurairah untuk pulang kerumahnya.

Tiba di rumah, Rasulullah mendapatkan sebelangga besar susu dari istrinya. Kata sang istri, susu tersebut diantar seseorang untuk Rasulullah. Beliau pun meminta Abu Hurairah memanggil para ahli shuffah untuk datang ke rumahnya. “Sesungguhnya saya segan memanggil mereka. Apa yang bisa diperbuat dengan semangkok susu bersama-sama dengan ahli shuffah?Saya sangat mengharapkan susu itu untuk menguatkan tubuhku,”kata Abu Hurairah di dalam hati.

Meski demikian, Abu Hurairah menaati perintah Rasulullah. Orang-orang miskin pun datang ke rumah Rasulullah. Usai  asulullah duduk, dia pun meminta kepada Abu Hurairah untuk membagikan susu itu kepada para ahli shuffah.

Nisan makam Abu Hurairah

Nisan Makam Sahabat Saidina Abu Hurairoh RA

“Aku ambil semangkok susu, lalu kubagikan kepada mereka. Mereka minum bergiliran sampai puas. Setelah mereka puas, kuambil mangkok susu itu kembali lalu kusuguhkan kepada Rasulullah. Beliau menengok kepadaku sambil senyum. Kata beliau, ‘Yang belum minum saya dan kamu’. ‘Betul ya Rasulullah!’ ‘Minumlah terlebih dahulu’.

Abu Hurairah kemudian meminum susu itu sampai puas. Sampai-sampai Abu Hurairah berkata.”Demi Allah yang mengutus anda dengan agama yang hak. saya tak sanggup lagi, saya sudah kenyang!”Rasulullah pun mengambil mangkok itu. Dia lantas meminum susu yang masih tersisa.

sumber :Republika

Iklan