Ketahuilah bapak, rezeki, azal, susah, bahagia, duka dan yang lainnya semuanya Allah yang ngatur maka kewajiban kita adalah bertawakal kepada Allah kemudian mengambil sebab yang dibolehkan oleh syariat dalam mencari rezeki.

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ المَتِينُ

“ Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh “ (Qs. Adz Dzariyat :58)

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu ’Abdirahman Abdullah bin Mas’ud dia berkata : Rasullulah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bercerita kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan

“ Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut (rahim) ibunya selama 40 hari berwujud nutfah (mani), kemudian menjadi ala’qah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (gumpalan daging) selama itu juga, kemudian diutus seorang malaikat, kemudian meniupkan ruh kepadanya dan dia (malaikat tadi) diperintahkan untuk menuliskan empat kalimat (perkara) : tentang rizkinya, amalannya, dan apakah dia termasuk orang orang yang sengsara atau bahagia “ (HR. Muslim)

Dari ayat dan hadist di atas sangat jelas sekali bahwa Allah satu-satunyalah yang memberikan rezeki, menentukan kita bahagia atau sengsara, jadi kalau ada orang yang mengatakan bapak tidak akan kaya atau akan seret rezekinya karena menikah sama istri bapak yang sekarang, itu adalah omongan dusta dari para dajjal, kekasih syaithan yaitu para dukun, paranormal dan yang semisalnya. Wajib bagi kita untuk tidak percaya dan mendustakannya karena masalah itu hanya Allah sajalah yang tahu.

Allah subhaanahu wata’ala berfirman :

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ

“ Katakanlah wahai (Muhammad) tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah “ (Qs. An-Naml :65)

Syaikh Abdurrahman nashir as-sa'd

Berkata Asy Syaikh Al Allamah Abdurrahman As-sa’di Rahimahullah : “ Allah mengikrarkan bahwa Dia sematalah yang mengetahui perkara yang ghaib di langit dan di bumi sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “ Pada sisi Allah lah kunci-kunci semua perkara yang ghaib, tidak ada yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan dilautan dan tidak sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula dan tidak jatuh sebutir bijipun di kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata. Dan Allah Ta’ala berfirman “ Sesungguhnya hanya disisi Allah ilmu tentang hari kiamat dan Dia menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim…” sampai akhir surat. Perkara ghaib dan yang semisalnya (perkara rezeki, sukses dll –penj) merupakan kekhususan bagi Allah dalam pengilmuanNya, tidak ada yang mengetahuinya baik itu malaikat yang terdekat atau nabi yang diutus.” (Taisirul Karimir Rahman Syaikh As-Sa’di dalam ayat ini)

Dari penjelasan singkat ini kita mengetahui dustanya orang yang mengatakan bahwasanya rezeki bapak sempit karena nikah sama perempuan ini (istri bapak sekarang) dan mereka itulah para dajjal (pendusta), wajib bagi kita untuk mendustakannya, kalau kita mempercayai maka kita bisa kafir keluar dari agama Islam.

Sebagaimana Rasullulah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Barangsiapa yang mendatangi paranormal atau dukun lalu ia membenarkan ucapannya maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam”. (HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Imam Dzahabi dan dshahihkan oleh syaikh Al AlBani)

Berkata Asy Syaikh Shalih Al Fauzan Hafidzahullah : “ Dari hadist ini di ambil faedah haramnya pergi ke dukun dan paranormal dan bertanya pada mereka dan wajib untuk menjauh dari mereka dikarenakan orang yang bertanya kepada mereka dan membenarkan hukumnya kafir dan jika tidak membenarkannya hukumnya haram “ (Al Mulakhos Fi Syarhi Kitabit Tauhid)

Syeikh fauzan

Syeikh Fauzan


Adapun jika bapak mengalami keberhasilan atau kegagalan adalah sebuah ketetapan dari Allah dan sekaligus cobaan yang wajib bagi bapak ketika mendapatkan keberhasilan bersyukur dan jika mendapat kegagalan bersabar inilah ciri seorang beriman sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam bersabda : “ Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Yang demikian ini tidak terjadi bagi seseorang kecuali seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya. Dan jika ditimpa kesedihan maka dia bershabar dan itu merupakan kebaikkan baginya” (HR. Imam Muslim dari Shuhaib Radiyallahu ‘anhu).

Lalu perbuatan maksiat mempunyai dampak bagi kehidupan dunia dan akhirat kita, diantaranya menghilangkan barokah rizki medatangkan murka Allah dan adzabNya kepada kita, semoga Allah menjaga kita dari kemurkaan Nya dan dari hal-hal yang mendatangkan adzabNya, maka dari itu wajib bagi kita untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Allah Ta’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (nashuha) “ (QS At Tahrim: 8).

Yaitu dengan meninggalkan perbuatan dosa, menyesalinya dan berazam untuk tidak akan melakukannya lagi. Adapun jika perbuatan dosa itu berkaitan dengan mendzolimi seseorang maka ditambah syaratnya dengan meminta agar dihalalkan atau dimaafkan atas kedzalimannya.

Adapun pertanyaan bapak bagaimana caranya agar rezeki kita berbarakah, disana ada perkara – perkara yang menjadi sebab rizki kita menjadi barakah :

Banyak berdoa pada Allah supaya dilapangkan rizkinya dan diberikan keberkahan karena Allahlah yang memberikan rizki kepada kita dan keberkahan padanya.
Beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya
Bersyukur kepada Allah atas kenikmatan dan rizki yang Allah berikan kepada diri kita niscaya rizki itu akan tetap langgeng bahkan bertambah.
Beriman dan bertaqwa kepada Allah
Berusaha semaksimal mungkin dalam mencari rezeki yang halal dan bertaqwa kepada Allah
Silahturahim yaitu merupakan bentuk hubungan dekat antara bapak dan anaknya atau kerabatnya dengan kasih sayang keakraban dan kemesraan.
Berbuat baik kepada orang-orang lemah
Berinfaq di jalan Allah dan lain-lain

Insya Allah dengan sebab-sebab di atas akan memudahkan kita mendapatkan rizki yang Allah tetapkan untuk kita dan menjadi sebab berkahnya.

Itulah sedikit jawaban kami semoga bermanfaat. walhamdulillah

Iklan