Berdasarkan catatan-catatan, penemuan-penemuan, dan karya-karya seni Da Vinci, Gelb secara sistematis memperkenalkan dan membahas “tujuh prinsip Da Vinci” (hlm 49-253). Yaitu elemen-elemen esensial untuk menjadi jenius.

Yang pertama adalah curiosita, yaitu pendekatan berupa keingintahuan yang tak terpuaskan akan kehidupan dan upaya pencarian tak kenal lelah untuk belajar tanpa henti.

Kedua, dimostrazione, yaitu niat teguh/komitmen untuk menguji pengetahuan melalui pengalaman, keuletan, dan kesediaan untuk belajar dari kesalahan.

Ketiga, sensazione, yaitu penghalusan/penajaman pancaindra secara terus-menerus, terutama penglihatan, sebagai sarana untuk menghidupkan pengalaman.

Keempat, sfumato (secara harfiah berarti “hilang tak berbekas, menjadi tak pasti”), yaitu kesediaan untuk merangkul ambiguitas, paradoks, dan ketidakpastian.

Kelima, arte/scienza, yaitu perkembangan keseimbangan antara ilmu dan seni, logika dan imajinasi. Pemikiran “otak secara menyeluruh” (whole-brain thinking).

Keenam, corporalita, yaitu pemupukan keanggunan, keterampilan dua tangan, kebugaran, dan sikap tubuh yang benar.

Ketujuh, connesisione, yaitu pengakuan dan penghargaan/apresiasi terhadap saling keterkaitan antara semua hal dan fenomena, serta pemikiran sistemik.

Iklan