Soeharto tidak berdaya dalam menghadapi badai krisis keuangan ditahun 98, terlihat Direktur IMF saat itu Michael Camdessus, sedang mendikte mantan orang nomor satu di INDONESIA itu. akhirnya sang jendralpun menandatangani LOI (Letter of Intent). Memang benar Indonesia dapat kucuran dana yang besar dari IMF. Tapi tunggu dulu. itu bukan dana gratis, tapi bersyarat. dan parahnya tidak ada satupun dari syarat-syarat itu yang menguntungkan pihak kita. salah satu contohnya adalah, syarat mengenai otonomi khusus Bank Indonesia. dimana IMF menghendaki agar BI berdiri sendiri alias tidak berada dibawah DEPKEU. nah lho…. apa akibatnya?………akibatnya sangat fatal. BI bukan lagi milik negara. tapi berdiri sendiri mengikuti pemberio modal (IMF). yang akhirnya segala jenis kebijakan BI harus izin IMF bukan izin negara. dan banyak lagi kasus-kasus ga becus yang membuat hati kita miris mendengarnya……

Iklan